disini, di tempat perjanjian kita, di tempat kau selalu menanyakan perutangan janjiku. kau mengemuruh seakan diamku sebuah pertanda kelalaian. seakan kelalian itu lahir dari sebuah tujuan yang disengaja. sampai akhirnya kau tak kumiliki, aku akan tetap memberi janjiku itu.
pada akhirnya, kesakitan yang kuberi akhirnya membawa kau pada suatu kebahagian baru. yang lebih hakiki. aku menyakiti untuk sebuah kebenaran yang sampai ujung kiamat enggan kuungkap. nikmati saja kebahagianmu sekarang, maafkan aku, selamat tinggal!
Wednesday, July 20, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)