buntung itu rasanya
seakan ditempeli dosa
entah karena alasan apa
tapi pedih rasanya
tak berdaya
tak kuasa
oleh takdirNya
merasa
merana
ingin binasa
Wednesday, March 6, 2013
Tuesday, April 10, 2012
dalam tulisan
saya menari dalam tulisan, dalam deretan tipografi
saya senang kebebasan yang ditawarkan, memabukkan
bukan keindahan atau keagungan tujuannya
melainkan kebebasan menyampaikan, sesukanya
dalam tulisan, saya tidak mampu memaksa
anda akan berhenti dalam kebencian
posesif saya sirna di dalam tulisan
anda akan melihat saya dalam majas
dalam tulisan, saya menyelam dalam kelegaan
sesak karena bukan lingkup sehayatinya, tetapi mencandu
seperti sepasang kekasih yang tetap terikat, walau saling menyakiti
bodoh, tetapi tak tergantikan
dalam tulisan, saya bisa membesarkan rasa untuk indera yang manja
yang mana saja, sesukanya
saya senang kebebasan yang ditawarkan, memabukkan
bukan keindahan atau keagungan tujuannya
melainkan kebebasan menyampaikan, sesukanya
dalam tulisan, saya tidak mampu memaksa
anda akan berhenti dalam kebencian
posesif saya sirna di dalam tulisan
anda akan melihat saya dalam majas
dalam tulisan, saya menyelam dalam kelegaan
sesak karena bukan lingkup sehayatinya, tetapi mencandu
seperti sepasang kekasih yang tetap terikat, walau saling menyakiti
bodoh, tetapi tak tergantikan
dalam tulisan, saya bisa membesarkan rasa untuk indera yang manja
yang mana saja, sesukanya
nakal
ketika semua orang bicara, saya tidak suka mendengar
saya ini nakal, saya suka imajinasi saya
saya bertaruh bahwa imajinasi bisa menjadi sebuah fakta
menantang Tuhan? bukan, saya memaksa!
saya ini nakal, saya suka imajinasi saya
saya bertaruh bahwa imajinasi bisa menjadi sebuah fakta
menantang Tuhan? bukan, saya memaksa!
Wednesday, March 21, 2012
asa percuma
gemerlapnya sinar pagi ini tidak mampu menghadirkan rasa yang sama pada hati kita. kita mengukung gelap rapat-rapat dalam hati. seakan merugi sangat bila melepas, sangat kecewa bila ia mengalah. adanya pembelaan dalam logika mulai menembaki benteng kasih, entah sampai kapan bisa bertahan tembok itu.
tak jelas siapa yang menyerang siapa yang bertahan, kita berdua lah yang benar. kesalahan menjadi hantu yang paling sakti, lenyap namun mengundang bulu kuduk menari. sakit menjadi rasa yang lemah, dikesampingkan seolah kita sudah menjadi biasa.
kita kemudian malas menunjuk mimpi yang sama, mimpi yang penuh rayu, yang kita hidupkan hanya dengan angan. ada yang lebih buruk daripada berbuat kejahatan bersama, ialah bersama dalam berangan-angan belaka, seakan menari mabuk bersama dalam sebuah pesta imajinasi.
suatu saat kita sampai pada akhir kita, maka teringatlah kita pada waktu yang kita siakan, asa yang percuma.
pada hikmah apa?
tak jelas siapa yang menyerang siapa yang bertahan, kita berdua lah yang benar. kesalahan menjadi hantu yang paling sakti, lenyap namun mengundang bulu kuduk menari. sakit menjadi rasa yang lemah, dikesampingkan seolah kita sudah menjadi biasa.
kita kemudian malas menunjuk mimpi yang sama, mimpi yang penuh rayu, yang kita hidupkan hanya dengan angan. ada yang lebih buruk daripada berbuat kejahatan bersama, ialah bersama dalam berangan-angan belaka, seakan menari mabuk bersama dalam sebuah pesta imajinasi.
suatu saat kita sampai pada akhir kita, maka teringatlah kita pada waktu yang kita siakan, asa yang percuma.
pada hikmah apa?
Wednesday, January 11, 2012
kabut tipis romantis
kalau mata bisa melihat maka ia bisa juga menjadi buta
kalau hati bisa merasa maka ia bisa pula berdusta
kemudian kebenaran akan suatu rasa menjadi samar
lantas suatu takdir menjadi bertele tele kemudian pudar
kau yang disana telah berjuang dengan diam
kau yang disana telah menahan dengan senyum
yang menunggu dengan sabar
yang menunggu dalam gusar
kini aku datang yang terlambat
ingin kata kau yang terhebat
yang aku tambat
cinta kau tak meminta
dan adanya milikku
selamat mencintai
Tuhan...
kalau hati bisa merasa maka ia bisa pula berdusta
kemudian kebenaran akan suatu rasa menjadi samar
lantas suatu takdir menjadi bertele tele kemudian pudar
kau yang disana telah berjuang dengan diam
kau yang disana telah menahan dengan senyum
yang menunggu dengan sabar
yang menunggu dalam gusar
kini aku datang yang terlambat
ingin kata kau yang terhebat
yang aku tambat
cinta kau tak meminta
dan adanya milikku
selamat mencintai
Tuhan...
so long my moon
i realize you just too far
i was obsessed, too obsessed
i have to let you
let it like it was be
i need to think
what's friend are for
i need to feel
what's love should be
there's always smile behind tears
there's always beauty behind eyes
now, i have to move on
adventurer my own story
so long so long
my moon
Wednesday, July 20, 2011
utangan hakiki
disini, di tempat perjanjian kita, di tempat kau selalu menanyakan perutangan janjiku. kau mengemuruh seakan diamku sebuah pertanda kelalaian. seakan kelalian itu lahir dari sebuah tujuan yang disengaja. sampai akhirnya kau tak kumiliki, aku akan tetap memberi janjiku itu.
pada akhirnya, kesakitan yang kuberi akhirnya membawa kau pada suatu kebahagian baru. yang lebih hakiki. aku menyakiti untuk sebuah kebenaran yang sampai ujung kiamat enggan kuungkap. nikmati saja kebahagianmu sekarang, maafkan aku, selamat tinggal!
pada akhirnya, kesakitan yang kuberi akhirnya membawa kau pada suatu kebahagian baru. yang lebih hakiki. aku menyakiti untuk sebuah kebenaran yang sampai ujung kiamat enggan kuungkap. nikmati saja kebahagianmu sekarang, maafkan aku, selamat tinggal!
Subscribe to:
Posts (Atom)