gemerlapnya sinar pagi ini tidak mampu menghadirkan rasa yang sama pada hati kita. kita mengukung gelap rapat-rapat dalam hati. seakan merugi sangat bila melepas, sangat kecewa bila ia mengalah. adanya pembelaan dalam logika mulai menembaki benteng kasih, entah sampai kapan bisa bertahan tembok itu.
tak jelas siapa yang menyerang siapa yang bertahan, kita berdua lah yang benar. kesalahan menjadi hantu yang paling sakti, lenyap namun mengundang bulu kuduk menari. sakit menjadi rasa yang lemah, dikesampingkan seolah kita sudah menjadi biasa.
kita kemudian malas menunjuk mimpi yang sama, mimpi yang penuh rayu, yang kita hidupkan hanya dengan angan. ada yang lebih buruk daripada berbuat kejahatan bersama, ialah bersama dalam berangan-angan belaka, seakan menari mabuk bersama dalam sebuah pesta imajinasi.
suatu saat kita sampai pada akhir kita, maka teringatlah kita pada waktu yang kita siakan, asa yang percuma.
pada hikmah apa?
Wednesday, March 21, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment