aku lahir 22 tahun lalu di sebuah kota kecil, Samarinda. aku ingat pernah diceritakan rumah sakit kelahiranku itu ada di bawah bukit yang diatasnya ada pemakaman umum yang horor. entah sekarang ada hubungannya dengan aku yang penakut ini. kenapa rumah sakit itu harus ada di tempat yang jauh dari jangkaun masyarakat? yang penting aku sampai di dunia.
kepalaku besar, rambutku keriting berwarna kemerahan, mataku belo, kulitku sawo matang, hidung mancung, telinga lecek, dan aku gendut ketika masuk masa balita. aku tinggal di Lembu Lompat, sebuah tempat kecil di lingkungan perkebunan. letaknya sangat jauh dari Samarinda, untuk mencapainya harus melewati Tenggarong dan Jahab, dan biasa dicapai dalam waktu tempuh tiga sampai empat jam melalui jalan darat. jangan kalian pikir jalannya semulus seperti di tempat kalian, perlu mobil 4WD untuk bisa selamat di tujuan.
di awal perjalanan kalian di dampingi sungai mahakam disebelah kanan dan barisan bukit disebelah kiri. sampai di Tenggarong, kalian ditemani perpohonan besar dan kontur perbukitan. jalannya sepi karena di tahun 1990-an kendaraan bermotor disini masih jarang. setelah memasuki Jahab, perjalanan akan memasuki daerah perkebunan kami PT.HASFARM, berhenti sejenak di club house milik kami diujung bukit. lepas lelah sejenak sambil minum minuman bersoda dulu seraya menengok pohon-pohon kakao berderet dari bukit satu ke bukit lain terbentang menunjukkan jalan ke Lembu Lompat. lihatlah awan dan langitnya, tak ada langit datar seluas dan sebiru seperti ini.
di Lembu Lompat, ada tiga rumah yang disediakan untuk para staff. mereka saling berjajar dan berhalaman luas, rumahku yang disebelah kanan. dibelakang rumah mengalir sungai kecil yang jernih, disini aku sering bermain kapal-kapalan dengan bak mandi ku. bak mandi ajaib yang bisa mengapung dengan aku ada diatasnya.
No comments:
Post a Comment